Berdasarkan SK Presiden nomor 43 tahun 2000 tanggal 10 Maret 2000, ditetapkan perubahan nama dan status dari Pendidikan dan Latihan Penerbangan menjadi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia dengan bentuk organisasi sebagai tertuang dalam SK Menteri Perhubungan Nomor K.M 64 tahun 2000 tanggal 21 Agustus tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, dan SK Menteri perhubungan nomor S.K 29/DL.003/DIKLAT-2001 tanggal 29 Januari 2001 tentang statuta Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia.
Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia meliputi 4 Jurusan , yaitu :
- Jurusan Penerbang
- Jurusan Teknik Penerbangan
- Jurusan Keselamatan Penerbangan
- Jurusan Manajemen Penerbangan
Kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan pada jurusan menejemen penerbangan antara lain :
- Program Studi Operasi Bandar Udara (OBU)
- Program Studi Administrasi Perhubungan Udara (APU)
- program Studi Menejemen Transportasi Udara (MTU)
Jurusan manajemen penerbangan mengemban tugas untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan program diploma bidang manajemen penerbangan dan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bekerja serta bersaing untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Sub Sektor Perhubungan Udara, PT. Angkasa Pura I dan II, Pemerintah Daerah Propinsi maupun Kabupaten/Kota, serta perusahaan-perusahaan jasa penerbangan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Peserta diklat, baik reguler maupun non reguler selama pendidikan tinggal di asrama taruna / taruni yang disediakan oleh dinas. Untuk mengikuti tata kehidupan di asrama, peserta diklat diatur dan diawasi serta dibimbing oleh petugas yang ditunjuk untuk membina hubungan antar peserta diklat dan lingkungan kampus serta membentuk sikap disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi akan tugas-tugas yang di embannya.
1. Lab X-Ray Baggage Screening yang terdiri atas :
- CBT-lab, yang didalamnya terdapat 20 komputer yang dilengkapi dengan program pelatihan X-ray bagasi dan kargo.
- X-ray baggage Simulator Lab, yang dilengkapi seperangkat peralatan simulasi modern untuk operator X-ray barang.
- Observer room, ruangan dimana peserta diklat dapat memantau kegiatan simulasi operator x-ray dan belajar dari kegiatan simulasi yang berlangsung di ruangan lain.
- X-ray Cargo Lab, merupakan lab simulasi modern, peserta diklat dapat berlatih menjadi operator X-ray khusus kargo.
- Passenger and Baggage Handling Lab, terdapat seperangkat pealatan penanganan dan pengamanan orang dan barang mulai dari Walk Through Metal Detector, Hand Held Metal Detector, Check-in desk hingga seperangkat Conveyor belt.
2. CBT (Computer Base Training) Lab.
Terdapat 20 komputer terbaru yang dilengkapi program Reservasi, Ticketing, Check-in, Weight and balance, dan program lainnya yang mendukung kelancaran penanganan dan pengamanan serta alur penumpang dan barang di kawasan terminal.
3. Lab Komputer Akutansi
Terdapat 20 komputer yang dilengkapi program komputer akutansi yang terkoneksi jaringan Internet.
4. Ruang kelas ber-AC yang dilengkapi dengan peralatan multi media.
5. Jaringan komputer lokal (LAN) dan Hotspot Wi-Fi Internet yg bisa diakses dari setiap kelas.
6. Perpustakaan yang lengkap dengan literatur seputar pengetahuan Penerbangan.
7. Dibimbing oleh dosen-dosen dan praktisi dunia penerbangan yang handal dibidangnya.
8. Sistim Informasi Akademik (On-Line System) masih dalam pengembangan.